Archive for September, 2008
Orang sering keterlaluan,tidak logis,dan hanya mementingkan diri sendiri;
Bagaimanapun maafkanlah.
Bila engkau baik hati,bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
Bagaimanapun berbaik hatilah.
Bila engkau sukses,engkau akan mendapat beberapa teman palsu dan beberapa sahabat sejati;
Bagaimanapun jadilah sukses.
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
Bagaimanapun, jujur dan terbukalah.
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
Bagaimanapun, bangunlah.
Bila engkau mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan,mungkin saja orang lain jadi iri;
Bagaimanapun,berbahagialah.
Kebaikan yang engkau lakukan hari ini,mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
Bagaimanapun, berbuat baiklah.
Bagaimanapun, berikanlah yang terbaik darimu.
Engkau lihat,akhirnya ini adalah urusan antara engkau dengan Tuhanmu;
Bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dengan mereka..
(Bunda Theresa)
So..ber-positive thinking-lah sama Allah. (semoga saya juga tidak lupa).
Dikutip dari buku La Tahzan for Teens
(*mendapat protes dari seseorang, “Teens mbak, umur berapa?” ^_^ saya cuma bisa senyum..biarlah karena inspirasi itu muncul begitu saja.Lagi jenuh sama textbook yang tebalnya bisa buat bantal dan bisa nyakitin orang kalo kejatuhan.)
2 comments September 20, 2008
Pirit oh Pirit
Apa kabar penelitian? seminggu kemarin merupakan momen berburu pirit (FeS2). Teknik Fisika? pirit? jadi gini di FT/TF itu selain ada lab Indi (Instrumentasi Industri), Sisin ( Sistem Instrumentasi), Fisbang (Fisika Bangunan), Medik (instrumentasi Medik), TKL (Teknik Kondisi Lingkungan),apa lagi ya? juga ada lab Material.Maap buat lab yang belum disebut. ^_^V
Nah penelitian kita itu di bidang fisika material tapi ujung-ujungnya berurusan dengan kimia. Oh no! Sebagai mahasiswi tingkat2 dulu,masih hobi mencoba mencintai satu per satu kelompok keahlian yang ada.Meskipun setelah berpikir dan merenung (lebay) sepertinya pilihan belum jatuh pada fisika material,tapi okelah ayo kerjakan penelitian yang complicated ini,setidaknya berkomitmen pada bidang material sampai penelitian ini berakhir.
Saya kurang bisa kimia,tapi Insya Allah saya akan belajar buat penelitian ini,gak ada salahnya nambah skill selain ngrumpi di perpus sambil bantu bu Rina Khania (heuheu..nama lengkap ibu perpus) mem-foto copy. Lagian semester ini juga ada MK wajib Fisika Material.
1. Hari-hari perburuan pirit dimulai hari senin tanggal 1 Sepetember kemarin, hari pertama puasa. Pake acara fear factor lagi, ya..saya terpaksa berkeliaran di dekat markas warna primer! di habitatnya lagi.Aduh,gimana ya,berusaha biasa aja,tapi jadinya ngeri sendiri. Iphiem sama mey yang jadi saksi hidupnya. Gak taunya di tempat ini hasilnya nihil, intinya ibunya gak mau kasih,maupun jual. Kita disaranin pergi ke museum geologi.
2. Hari selasa, sekitar jam 10.30,saya,iphiem,sama liza melanjutkan perburuan ke museum geologi. Ini the 1st time saya masuk museum ini.Setelah bertanya-tanya pada bapak-bapak satpam di beberapa pos yang ada dan bertemu dengan salah satu pegawainya, kita mendapat petunjuk menghubungi salah 1 pegawai lain yang sedang berada di lapangan katanya. Siang harinya kita telpon, gak taunya di museum geologi katanya juga gak ada persediaan dalam jumlah banyak. Kita dapat petunjuk, mungkin di jogja ada mbak. Jogja? bapaknya bilang di BPPT ke-gunungapian kalo gak salah.Astaga! jauh banget. Kita makin bingung, pergi berburu ke jogja atau sukabumi. Mm..ternyata tuh bapak pegawai juga gak begitu yakin kalau di jogja juga ada.
3. Setelah mendapat petunjuk dari seorang teman tentang laboratorium kristalografi dan mineralogi (krismin) milik jurusan geologi yang katanya banyak piritnya, kita coba berburu ke jurusan teknik geologi, jalan-jalan ke zona ini lagi. Nyampe lab krisminnya ternyata lagi tutup. hwa..capek jalan.
4. Hari kamis kita coba berburu by phone dan internet,gak taunya pada aneh semua,yang di internet katanya jual pirit dalam jumlah banyak,pas dihubungi lewat telpon eh,no.nya nggak nyambung,padahal web-nya baru di-update agustus 2008 ini. Yang kita dapatkan satu kata, daerah sukamenak bandung. Ke sana kah kita? di mana ya? daripada pergi ke sukabumi?
5. Hari jum’at kita pergi ke krismin, bawa surat pengantar dari dosen pembimbing juga. Wah,ternyata orang-orang di sini cukup ramah dan baik. Ada secercah harapan,mas-nya bilang, kalau butuh 20 gram aja,barangnya sekarang juga ada,tapi kan ini bukan punya saya,jadi saya izin ke lab dulu,coba hubungi besok atau senin. Pulang dari lab krismin, nyampe kostan buka laptop..oh no! bukan 20gram,tapi ukurannya antara 10-20cm. Alhasil beratnya lebih dari 20gram. Ucy sms mas-nya, dan yang bersangkutan tidak bisa memberi ataupun menjual kalau ukurannya segitu.Kita disarankan ke toko Gem-afia,jalan pajajaran. Jum’at malam kita merencanakan perburuan untuk esok hari, rencananya liza ama iphiem cari di jalan pajajaran, dini ama ucy berburu desa sukamenak yang katanya dekat kopo situ (hwa..males..jauh dan macet).
6. Sabtu pagi bangun pagi langsung prepare buat perjalanan ke kopo,mandi,bawa mukena,jaket,tisu,dompet (peralatan jalan-jalan agak jauh). Nyampe di kostan ucy sekitar jam9. Ucy bilang, “Mbak,kita gak usah ke sukamenak,kata liza barusan pas di telpon di jalan pajajaran ada.” Alhamdulillah,,udah bayangin betapa merananya nyari sukamenak. Oke, kita berdua pergi ke jalan pajajaran,kita turun di pertigaan yang ada bangunan dengan alamat jalan pajajaran no 125 (kita nyari jalan pajajaran no.145). aduh,bandung lagi terik. dari pertigaan ini ke kanan atau kekiri ya..kok kanan maupun kiri ada no.123 sama no.125. Yang benar mana nih? mondar mandir. “Mana mbak ya? kok gak ada.Setahu cy,setelah tikungan itu udah jalan abdurrahman.” Duh..mana ya..puasa-puasa gini pandangan saya tertuju pada warung kecil yang lagi tutup yang jualan rawon dan lontong kikil..wah ada ya di sekitar sini. Hwa..gak taunya sebelah kiri warung itu tertulis Jalan Pajajaran no.145. Alhamdulillah..Ternyata toko itu jual cinderamata dari batu-batu mulia dan fosil-fosil(kerang,kayu),lhah kok piritnya udah ditempel di atas balok gini dan harganya udah mahal banget. Setelah berbincang dengan bapak owner-nya, alhamdulillah ada yang bongkahan kecil-kecil,kita berdua memutuskan membeli 2kg dulu,ntar kalo kurang ke sana lagi aja,soalnya cukup mahal, sekilo-nya 100ribu. Alhamdulillah, perburuan pirit berakhir. Bongkahan pirit-pirit kecil dalam tas itu sekarang ada di samping tempat tidur saya .Terima kasih Ya Allah.
Ayo teman,kita bikin nano katalisnya..
4 comments September 9, 2008